Struktur Kontrol Statement PHP (If dan Switch)

Struktur kontrol statement terdiri dari pengambilan keputusan (if dan switch), pengulangan (while, do-while, for), serta pernyataan break, continue dan exit.

1. Pernyataan If Pernyataan If biasa dipakai untuk mengambil keputusan berdasarkan suatu kondisi. PHP memiliki tiga macam bentuk if: -> If -> If-else -> If-elseif Bentuk If Bentuk if berupa: if (ekspresi) pernyataan Pada bentuk ini, bagian pernyataan akan dijalankan jika hanya bagian ekspresi bernilai benar. Nilai selain nol atau kosong dianggap sebagai nilai benar. Berikut ini adalah contoh penggunaan bentuk if. Nama file: diskon.php <html> <head>

<title>Bentuk If</title>

</head> <body>

<h1>Contoh Penggunaan Bentuk If</h1> <?php

$total_beli = 200000; $keterangan = “Tidak dapat diskon”; if ($total_beli >= 10000) $keterangan = “Dapat Diskon”; print(“$keterangan”.”<br>”);

?>

</body> </html> Hasil eksekusi dari diskon.php adalah sebagai berikut ini Bentuk If-Else Bentuk if-else adalah bentuk pernyataan yang akan menjalankan tindakan bila kondisi benar dan menjalakan tindakan yang lain jika kondisi bernilai salah. Bentuk pernyataan if-else: If (ekspresi) Pernyataan_1 Else                    Pernyataan_2 Berikut ini adalah contoh dari penggunaan if-else: Nama file: diskon2.php <html> <head>

<title>Bentuk If</title>

</head> <body>

<h1>Contoh Penggunaan Bentuk If</h1> <?php

$total_beli = 200000; $diskon = 0; if ($total_beli >= 10000) $diskon = intval(0.1* $total_beli); else $diskon = 0; print(“$diskon”.”<br>”);

?>

</body> </html> Hasil eksekusi dari script diskon2.php ditunjukkan dalam gambar berikut ini 2. Pernyataan if-elseif Pernyataan if-elseif sangat bermanfaat untuk melakukan pengambilan keputusan yang melibatkan banyak alternatif. Sebagai contoh, pada script berikut ini if-elseif digunakan untuk menentukan nama hari sekarang (diambil dari tanggal sistem). Nama file: hariini.php <html> <head>

<title>Nama Hari</title>

</head> <body>

<h1>Hari ini</h1> <?php

$nama_hari = date(“1”); if ($nama_hari == “Sunday”) print(“Minggu”); elseif ($nama_hari == “Monday”) print(“Senin”); elseif ($nama_hari == “Tuesday”) print(“Selasa”); elseif ($nama_hari == “Wednesday”) print (“Rabu”); elseif ($nama_hari == “Thursday”) print (“Kamis”); elseif ($nama_hari == “Friday”) print (“Jum’at”); else print (“Sabtu”);

?>

</body> </html> Hasil eksekusi dari script hariini.php ditunjukkan pada gambar berikut ini.   3. Pernyataan Switch Pernyataan switch merupakan bentuk lain dari pernyataan if. Secara umum bentuk pernyataan switch adalah seperti berikut. switch (ekspresi) {

case ekspresi_case1;

pernyataan_1; break;

case ekspresi_case2;

pernyataan_2; break;

case ekspresi_case3; …

default; Pernyataan_n;

} Pada pernyataan switch, ekspresi_case1 akan diperiksa terlebih dahulu. Bila nilainya cocok dengan nilai ekspresi maka pernyataan_1 akan dijalnkan dan kemudian eksekusi dilanjutkan ke pernyataan yang terletak sesudah tanda penutup switch (}). Jika tidak cocok, pembandingan nilai ekspresi dan ekspresi_case2 akan dilakukan. Jika hasil pembandingan yang dilakukan ini benar maka pernyataan_2 ini akan dijalankan dan kemudian eksekuai dilanjutkan ke pernyataan yang terletak sesudah tanda switch. Begitu pula seterusnya. Script berikut merupakan modifikasi dari script hariini.php dengan menggunakan pernyataan switch. Nama file: hariini2.php <html> <head>

<title>Nama Hari</title>

</head> <body>

<h1>Hari ini</h1> <?php

$nama_hari = date(“1”); switch ($nama_hari) {

case Sunday;

print(“Minggu”); break;

case Monday;

print(“Senin”); break;

case Tuesday;

print(“Selasa”); break;

case Wednesday;

print (“Rabu”); break;

case Thursday;

print (“Kamis”); break;

case Friday;

print (“Jum’at”); break; default; print (“Sabtu”);

} ?>

</body> </html> Hasil eksekusi script hariini2.php ditunjukkan pada gambar berikut ini  

Bahasa Pemrograman PHP Bagi Pemula (Ekspresi, Operator dan Konstanta)

  1. Ekspresi

Ekspresi atau sering juga disebut dengan ungkapan adalah suatu bentuk yang menghasilkan suatu nilai.
Dalam bentuk yang sederhana, ekspresi dapat berupa konstanta atau variabel. Dalam bentuk yang lebih kompleks, suatu ekspresi melibatkan
operator dan operand.
Contoh:
20 + 4 * 5
Merupakan suatu bentuk ekspresi yang menghasilkan nilai 40. Dalam hal ini 20, 4 dan 5 disebut sebagai
operand dan tanda + dan * berperan sebagai operator.

2. Operator

Operator adalah simbol atau karakter khusus yang digunakan dalam suatu ekspresi untuk memanipulasi nilai atau variabel dan memberikan suatu hasil. Operator PHP dibedakan menjadi:
Operator aritmetika
Operator Assignment
Operator Bit
Operator Relasi
Operator Temary
Operator Kontrol Error
Operator Eksekusi
Operator Increment/Decrement
Operator Logika
Operator String
Operator Array

a. Operator Aritmatika

Operator aritmetika adalah operator yang digunakan untuk melakukan suatu perhitungan matematis. Operator aitmetika terdiri dari:

Pada ekspresi yang kompleks yang melibatkan banyak operand, operator *, / dan % memiliki prioritas yang sama, tetapi lebih tinggi daripada + atau -.

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh berikut ini:
$x = 15 + 9 % 2
9 % 2 akan dikerjakan terlebih dahulu sehingga ekspresi 15 + 9 % 2 adalah 16 (bukan 0).
Perhatikan contoh penggunaan operator aritmetika pada script berikut ini.

Nama file: aritmetika.php

<html>
<head>

<title>Operator Aritmetika</title>

</head>
<body>

<h1>Operator Aritmetika</h1>

<?php

print (“Penjumlahan: <br>”);
printf(“8 + 3 = %d <br>”,8 + 3);
printf(“8.5 + 3 = %f <br>”, 8.5 + 3);
printf(“8.5 + 3.5 =%f <br>”, 8.5 + 3.5);
printf(“-8.5 + 3.5 = $f <br>”, -8.5 + 3.5);


print(“Pengurangan: <br>”);
printf(“8 – 3 = %d <br>”,8 – 3);
printf(“8.5 – 3 = %f <br>”, 8.5 – 3);
printf(“8.5 – 3.5 =%f <br>”, 8.5 – 3.5);
printf(“-8.5 – 3.5 = $f <br>”, -8.5 – 3.5);


print(“Prkalian: <br>”);
printf(“8 x 3 = %d <br>”,8 * 3);
printf(“8.5 x 3 = %f <br>”, 8.5 * 3);
printf(“8.5 x 3.5 =%f <br>”, 8.5 * 3.5);
printf(“-8.5 x 3.5 = $f <br>”, -8.5 * 3.5);


print(“Pembagian: <br>”);
printf(“8 / 3 = %d <br>”,8 / 3);
printf(“8.5 / 3 = %f <br>”, 8.5 / 3);
printf(“8.5 / 3.5 =%f <br>”, 8.5 / 3.5);
printf(“-8.5 / 3.5 = $f <br>”, -8.5 / 3.5);


print(“Sisa bagi(Modulus): <br>”);
print(“8 % 3 = “); print(8 % 3 .”<br>”);
print(“8.5 % 3 = “); print( 8.5 % 3 .”<br>”);
print(“8.5 % 3.5 = “); print( 8.5 % 3.5 .”<br>”);
print(“-8.5 % 3.5 = “); print(-8.5 % 3.5 .”<br>”);

?>
</body>
</html>

Contoh hasil eksekusi aritmetika.php ditunjukkan seperti gambar berikut ini

b.  Operator Assignment

Operator assigment adalah operator dimana operand di sebelah kiri mendapatkan nilai dari operand di sebelah kanan.
Operator assignment juga dapat diartikan sebagai operator pemberian suatu nilai terhadap suatu variabel.
Contoh:
$x = 10;      //yang berarti x diberi nilai 10

Proses assignment juga dapat dilakukan dengan operand di sebelah kanan yang berupa ekspresi.
Contoh:
$y = ($x = 10) + 4;
Operator assignment juga dapat dilakukan dengan kombinasi dari operator aritmetika dan operator string yang memungkinkan anda menggunakan suatu ekspresi dan hasil ekspresi tersebut menjadi nilainya.
Contoh:
$a = 10;
$a += 7;
$a = $a + 7;
$salam = “Selamat”;
$salam = “Belajar”; //Selamat Belajar

Perhatikan bahwa assgnment menyalin variabel yang aslli ke variabel yang baru (assignment by value).
PHP telah mendukung assingment by reference. Assignment by reference berarti beberapa variabel yang berbeda yang mengacu pada satu lokasi yang sama (isi variabel yang sama), tetapi tidak dimungkinkan pada PHP 3.
Sintaknya:
$var=&$variabel lain
Contoh:

<?php

$a = “Apel”;
//assignment by reference
$b = &$a;
//Mengubah nilai $a dan $b
$a = “Jeruk”;
//Menghapus variabel $a dari memori
unset($a);
//Mencetak nilai variabel $b = “Jeruk”
print($b);

?>

Perhatikan contoh penggunaan operator assignment pada script brikut

Nama flle: assignment.php
<html>
<head> 

<title>Operator Assignment</title>

</head>
<body>

<h1>Operator Assignment</h1>
<?php

$a = 10;
print (“\$a = $a <br>”);
$a +=7;
print (“\$a += 7 = $a <br> <br>”);
$a = 10;
print (“\$a = $a <br>”);
$a = $a +7 ;
print (“\$a = \$a +7 = $a <br> <br>”);
$a = 10;
print (“\$a = $a <br> “);
$b = $a;
print (“\$b = $a = $a <br> <br>”);
$salam =”Selamat”;
print (“\$salam = $salam <br> <br>”);
$salam .= “Belajar”;
print (“\$salam .= Belajar = $salam”);

?>

</body>
</html>

Contoh hasil eksekusi assignment.php ditunjukkan seperti gambar berikut ini

c.  Operator Bit

Operator bit adalah operator yang digunakan untuk operasi bit (binary digit) yang beroperasi pada level bit (0 dan 1).

Perhatikan contoh penggunaan operator bit pada script berikut ini

Nama file: opbit.php
<html>
<head>

<title>Operator Bit</title>

</head>
<body>

<h1>Contoh Penggunaan Operator Bit</h1>
<?php

printf(“9 & 8 = %d <br>”, 9&8);
printf(“9 | 8 = %d <br>”, 9|8);
printf(“9 ^ 8 = %d <br>”, 9^8);
printf(“~9 = %d <br>”, ~9);
printf(“9 << 1 = %d <br>”, 9<<1);
printf(“9 >> 1 = %d <br>”, 9>>1);

?>

</body>
</html>

Contoh hasil eksekusi opbit.php ditunjukkan pada gambar berikut ini

d. Operator Relasi

Operator relasi atau juga disebut operator perbandingan adalah operator yang
digunakan untuk melakukan suatu perbandingan antara dua ekspresi atau nilai untuk mendapatkan hasil true (benar) dan false (salah).

Tabel Operator Relasi

Perhatikan contoh penggunaan operator relasi

Nama file : relasi.php
<html>
<head>

<title>Operator Pembagian</title>

</head>
<body>

<h1>Operator Pembagian</h1>
<?php

$x=10;
$y=5;
printf (“$x==$y : %d <br>”,$x==$y);
printf (“$x != $y : %d <br>”,$x!=$y);
printf (“$x <> $y : %d <br>”,$x<>$y);

?>

</body>
</html>

Contoh hasil eksekusi relasi.php seperti pada gambar :

e.  Operator Ternary

Operator ternary adalah operator kondisi lain yang mengevaluasi ekspresi yang merupakan model penyederhanaan dari statmen if …. else …. Operator ternary dituliskan dengan ?: .
sintaksnya :

(expr1) ? (expr2) : (expr3);

ika (expr1) dievaluasi bernilai true, maka expr2 akan dikerjakan, sedangkan jika expr2 dievaluasi bernilai false, maka expr3 dikerjakan.

Nama file : ternary.php
<html>
<head>

<title>Operator Ternary</title>

</head>
<body>

<h1>Operator Ternary</h1>
<?php

$a=10;
$b=5;
$c=($a>$b) ? ($a/$b) : ($b*$a);
printf(“a= %d <br>”,$a);
printf(“b= %d <br>”,$b);
printf(“c= %d <br>”,$c);
$nilai=90;
$keterangan = ($nilai >=60) ? “LULUS” : “Tidak Lulus”;
printf (“Nilai = %d <br>”, $nilai);
Web Kelas B 38
OmahTI Learning Center 2012
printf (“Keterangan = %s <br>”, $keterangan);

?>

</body>
</html>

Contoh hasil ekskusi ternary.php ditunjukan seperti pada gambar berikut

Bahasa Pemrograman PHP Bagi Pemula (Variabel)

Hai hai, ketemu lagi dengan saya, dalam artikel kali ini saya akan berbagi mengenai variabel dalam bahasa pemrograman PHP. Artikel ini merupakan artikel bagian yang ketiga, bagi yang belum tau langkah awalnya, bisa di baca pada artikel-artikel saya sebelumnya, boleh lihat langsung di archives saya. Oke 😉 VARIABEL Variabel adalah suatu lokasi dalam memori komputer untuk menyimpan suatu nilia atau data. Isi variabel dapat berubah-ubah selama proses program. Variabel dalam PHP selalu diawali dengan tanda $, kemudian diikuti dengan nama variabel yang bersifat case sensitive. Perhatikan contoh penamaan variabel pada tabel berikut ini:Perhatikan contoh variabel pada penggunaan script di bawah iniContoh hasil script variabel.php ditunjukkan pada gambar di bawah iniLINGKUP VARIABEL Lingkup suatu variabel adalah konteks dimana variabel tersebut didefinisikan. Pada prinsipnya, variabel dalam PHP memiliki lingkup tungggal. Lingkup variabel dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu: Variabel Global Variabel Lokal Variabel Static a. Variabel Global Variabel global adalah variabel yang bersifat global yang dapat dikenal dan digunakan oleh seluruh bagian script. Dalam PHP, variabel global yang akan digunakan oleh suatu fungsi harus dideklarasikan global di dalam fungsi tersebut. Perhatikan contoh pemakaian variabel global dalam script berikut ini:Contoh hasil eksekusi script scopevar1.php ditunjukkan sebagai berikut:Untuk mengakses variabel global, dapat juga digunakan variabel array $GLOBALS. Array $GLOBALS berguna untuk mencatat variabel global dalam suatu script. Perhatikan contoh pemakaian variabel global pada script berikut ini: Nama file: scopevar2.php <html> <head>

<title>Lingkup Variabel</title>

</head> <body>

<h1>Lingkup Variabel</h1> <?php

$a = 1; $b = 5; $c = 0; function jumlah() { $globals [$c] = $globals [$a] + $globals [$b]; } Jumlah(); echo “\$a = $a”.”<br>”; echo “\$b = $b”.”<br>”; echo “\$a + \$b = $c”;

?>

</body> </html> Contoh hasil eksekusi script scoprvar2.php ditunjukkan pada gambar berikut ini:b.Variabel Lokal Variabel lokal adalah variabel yang didefinisikan dalam suatu fungsi sehingga variabel tersebut bersifat hanya dapat dikenali dan digunakan dalam fungsi yang mendeklarsikan variabel tersebut. Variabel lokal dapat memiliki nama yang sama dengan variabel global. Perhatikan contoh pemakaian variabel lokal pada script berikut. Nama file: scopevar3.php <html> <head>

<title>Variabel Lokal</title>

</head> <body>

<h1>Variabel Lokal</h1> <?php

$Kota = “Medan”; //variabel global function Tes() { $kt =”Surabaya”; //variabel lokal echo $Kota ; //variabel lokal echo $kt; } Tes()

?>

</body> </html> Contoh hasil eksekusi script scopevar3.php ditunjukkanseperti gambar berikut ini:c. Variabel Static Variabel static adalah variabel yang hanya ada dalam lingkup lokal suatu fungsi. Variabel tidak menghilangkan nilai akhirnya ketika selesai dieksekusi dan meninggalkan fungsi tersebut. Akhirnya, nilai akhir setelah dieksekusi yang tersimpan dalam variabel tersebut tidak akan berubah saat akan dipanggil kembali. Perhatikan contoh pemakaian variabel tanpa static pada script berikut. Nama file: scopevar4.php <html> <head>

<title>Variabel Static</title>

</head> <body>

<h1>Variabel Static</h1> <?php

function Test() { $a = 0; echo “Nilai \$a = $a”.”<br>”; $a++; } Test(); Test(); Test();

?>

</body> </html> Contoh hasil eksekusi script scopevar.php ditunjukkan seperti pada gambar berikut ini:Script di atas menunjukkan bahwa nilai akhir dari variabel $a tidak dipertahankan, dan kembali di set menjadi 0. Perbedaannya dapat dilihat dalam script berikut yang menggunakan static. Variabel static biasanya digunakan sebagai counter, misalnya untuk mencatat jumlah pengunjung pada suatu web. Perhatikan contoh pemakaian variabel dengan static pada script berikut. Nama file: scopevar5.php <html> <head>

<title>Variabel Static</title>

</head> <body>

<h1>Variabel Static</h1> <?php

function Test() { static $a = 0; //dengan static echo “Nilai \$a = $a”.”<br>”; $a++; } Test(); Test(); Test();

?>

</body> </html> Contoh hasil eksekusi script scopevar5.php ditunjukkan pada gambar berikut ini:VARIABEL VARIABEL Variabel variabel adalah variabel yang mengambil nilai dari suatu variabel dan memperlakukannya sebagai sebuah nama variabel. Dengan demikian, suatu variabel dapat ditentukan dan digunakan secara dinamis. Contoh: a. $x = 10; $$x = 100; Artinya, x diisi dengan 10 dan 10 diisi dengan 100. b. $NamaBarang=”Buku Tulis”; $$NamaBarang = 1500; Artinya, NamaBarang diisi dengan “Buku Tulis” dan “Buku Tulis” diisi dengan 1500. Perhatikan contoh pemakaian variabel dengan static pada script berikut. Nama file: varvar1.php <html> <head>

<title>Variabel Variabel</title>

</head> <body>

<h1>Variabel Variabel</h1> <pre>

$Nama =”Kasiman”; ${$Nama} = “Peranginangin” <h1>Cetak:</h1> $Nama = $Nama ${$Nama} = ${$Nama} $Kasiman = $Kasiman

</pre> <h1>Hasil:</h1> <?php

$Nama = “Kasiman”; ${$Nama} = “Peranginangin”; print “\$Nama = $Nama”.”<br>”; print “\${$Nama} = ${$Nama}”.”<br>”; echo “\$Kasiman = $Kasiman”.”<br>”;

?>

</body> </html> Contoh hasil eksekusi script varvar1.php ditunjukkan seperti pada gambar berikut ini.Nah, bagaimana, sekarang sudah paham kan penggunaan variabel pada bahasa pemrograman PHP. Selamat mencoba dan happy coding 😀

Bahasa Pemrograman PHP bagi Pemula (Bagian 2)

Hallo sobat, pada artikel sebelumnya saya sudah menjelaskan bagaimana memulai PHP, jika ada yang belum tahu bagaimana cara memulai membuat program dengan menggunakan PHP, bisa dibaca pada artikel saya sebelumnya disini nah sekarang saya akan melanjutkan mengenai Identifier, dan Tipe Data IDENTIFIER Identifier adalah suatu nama yang diciptakan oleh pemrogram untuk memberikan nama pada variabel, fungsi, dan class. Aturan penamaan identifier berlaku sebagai berikut:

  1. Dimulai dengan huruf atau underscore (_)
  2. Karakter berikutnya dapat berupa huruf, angka, atau underscore (_)
  3. Bersifat case sensitive, kecuali fungsi-fungsi yang tidak tersedia pada PHP yang bersifat case sensitive.
  4. Tidak boleh menggunakan tanda baca

Berikut ini adalah contoh identifier yang benar:

  • nama
  • nama_pegawai
  • _nama
  • NamaBarang

Contoh identifier yang salah dapat dilihat sebagai berikut:

  • 3bulan –> diawali dengan angka
  • Nama pemakai –> ada spasi
  • Nama-pemakai –> ada tanda minus

TIPE DATA PHP mendukung delapan tipe data yaitu: Tipe data scalar:

  • Boolean
  • Integer
  • Floating-point
  • String

Tipe data compound

  • Array
  • Object

Tipe data khusus

  • Resource
  • Null

Untuk mengetahui tipe data dan nilai suatu ekspresi tertentu gunakan fungsi var_dump(). Untuk melihat kemungkinan suatu tipe tertentu, jangan menggunakan fungsi gettype(), tetapi gunakan fungsi is_typr(is_integer,..) a. Tipe data boolean

Tipe data boolean adalah tipe data paling sederhana, yakni untuk menyatukan suatu kebenaran TRUE (benar) atau FALSE (salah) yang bersifat case sensitive. Contoh: 

$lulus = TRUE

Perhatikan penggunaan tipe data boolean pada penggunaan script berikut:

Contoh eksekusi Boolean1.php ditunjukkan pada gambar di bawah ini

b. Tipe data integer

Tipe data integer adalah tipe data yang menyatakan bilangan bulat. Jangkauan bilangan integer bergantung pada platform, kira-kira 2 milyar. Integer dapat dinyatakan untuk notasi bilangan desimal (basis 10), heksadesimal (basis 16), dan oktal (basis 8).

Penggunaan notasi oktal harus diawali dengan nol (0), sedangkan notasi heksadesimal diawali dengan 0x. Jika dinyatakan suatu nilai melebihi jangkauan bilangan integer, secara otomatis nilai tersebut akan dianggap sebagai tipe float. Jika anda melakukan suatu operasi yang menghasilkan suatu nilai diluar jangkauan tipe data integer, maka tipe data float akan menggantikannya. Perhatikan contoh penggunaan tipe data integer pada script berikut ini:

Hasil eksekusi dari script di atas ditunjukkan dalam gambar berikut ini

c. Tipe data floating-point

Tipe data floatong-point adlah tipe data bilangan float, double,atau real yang dapat dinyatakan dengan bentuk berikut: $a = 1.234; $a = 1.2e3; $a = 7E-10; Jangkauan bilangan tergantung pada platform, maksimum -1.8e308 dengan ketelitian 14 digit. Perhatikan contoh penggunaan tipe data float-point pada script berikut:

<html> <head> <title>Tipe Data Float</title> </head> <body> <h1> Tipe Data Float </h1> <?php $x = 1.5e30; $y = 5.0; $z = $x * $y; echo “x = $x”.”<br>”; echo “y = $y”.”<br>”; echo “z = $z”.”<br><br>”; ?> </body>

</html>

Contoh hasil eksekusi float.php ditunjukkan seperti pada gambar berikut ini:

d. Tipe data string

Suatu string adalah sekumpulan karakter. Dalam PHP karakter dianggap sebagai suatu byte sehingga ada 256 karakter berbeda. Suatu literal string dapat dinyatakan dengan tiga cara berbeda: Tanda petik tunggal (single quote) Tanda petik ganda ( double quote) Heredox syntax

Tanda petik tunggal String dapat dinyatakan dengan apitan tanda petk tunggal. Perhatikan contoh script penggunaan tipe data string berikut ini:

Nama file: string1.php

<html> <head>

<title>String</title>

</head> <body>

<?php $tulisan = ‘Menggunakan PHP’; echo ‘Ini adalah suatu string’.'<br>’; echo ‘Anda dapat menyisipkan newlines dalam string, seperti cara ini,’.'<br>’; echo ‘Arnold berkata: I\ll be back’.'<br>’; echo ‘Are you sure to delete C:\\*_*?’.'<br>’; echo ‘am trying to include at this point: \rn a newline’.'<br>’; echo ‘$tulisan’.'<br>’; ?>

</body> </html>

Contoh hasil eksekusi string1.php ditunjukkan seperti pada gambar:

– Tanda petik ganda Jika string dinyatakan dengan tanda petik ganda, PHP mengenali lebih banyak karakter khusus (escape character). Berbeda dengan tanda petik tunggal, variabel yang terdapat dalam tanda petik akan ditampilkan nilainya.

Perhatikan contoh script penggunaan tipe data string dengan petik ganda berikut:

Contoh hasil eksekusi string2.php ditunjukkan pada gambar di bawah ini

– Heredox Sintac (“<<<”) String juga dapat dibatasi menggunakan tanda Heredox String (“<<<”). Identifier dituliskan setelah tanda <<<, diikuti srting dan kemudian ditutup dengan identifier yang sama. Teks Heredox berlaku seperti halnya suatu string dalam apitan tanda petik ganda yang dibuat tanpa tanda petik ganda. Artinya kamu tidak harus membuat tanda petik ganda untuk menggunakan escape character. Variabel yang terdapat dalam Heredox sintax akan ditampilkan nilainya, tetapi berhati-hatilah dalam penempatan variabel tersebut agar tidak dianggap sebagai bagian dari string. Perhatikan contoh pengginaan tipe data string dengan heredox sintax pada script berikut ini:

Nama file: string3.php <html> <head> <title>Penggunaan Heredoc Sintax</title> </head> <body> <h1>Penggunaan Heredoc Sintax</h1> <?php $STRINGKU = <<<AKHIR Menggunakan PHP. AKHIR; echo <<<KET String yang dihasilkan menggunakan heredoc sintax<br> \$STRINGKU= $STRINGKU KET; ?> </body> </html>

Contoh hasil eksekusi string3.php ditunjukkan pada gambar di bawah ini:

e. Tipe Data Object Tipe data object adalah tipe data yang memiliki kombinasi struktur data/atribut dan beberapa fungsi/method. Tipe data object pada PHP adalah untuk mendukung pemrograman berorientasi object.

f. Resources Suatu resource adalah variabel khusus sebagai suatu acuan terhadap suatu external resource. Resource diciptakan dan digunakan oleh fungsi khusus.

g. Tipe Data NULL Nilai NULL menyatakan bahwa suatu variabel tidak memiliki nilai. NULL hanya merupakan niali mungkin dari tipe data NULL yang telah diperkenalkan pada PHP 4, dan keyword NULL adalah case sensitive. Suatu variabel dianggap NULL, jika: Suatu variabel diberi nilai konstanta NULL Suatu variabel belum pernah diisi nilai Suatu variabel telah dikenakan fungsi un_set() Penulisan : $var=NULL

Nah, sekarang sudah tau kan Identifier dan Tipe data, semoga bermanfaat dan happy coding 😀

 

 

Bahasa Pemrograman PHP bagi Pemula (Bagian 1)

MEMULAI PHP

Hallo, kali ini saya akan sharing bagaimana cara memulai PHP, bagi yang beru belajar PHP, ini penting banget karena tanpa tahapan-tahapan di bawah ini kamu tidak akan bisa melakukan coding atau pembuatan program dengan bahasa PHP, ya sebenarnya bisa saja sih kalau hanya menulis sintaksnya saja, namun, kenyataanya kita pasti butuh melihat tampilan previewnya apakah fungsi yang kita buat itu sudah berjalan atau belum. Nah untuk itu, perlu dilakukan tahapan awal sebagai berikut..

INSTALASI PHP DAN WEB SERVER

Untuk mengistall PHP pada prisnsipnya tidaklah sulit, tapi bagi seorang pemula hal itu akan terasa sulit karena perlu dilakukan beberapa konfigurasi agar PHP dapat berjalan dengan semestinya.

Untuk memudahkan instalasi PHP maka kita akan menggunakan XAMPP untuk Windows dan LAMPP untuk Linux karena XAMPP maupun LAMPP sudah memasukkan PHP MySql dan lainya dalam satu paket. Sehingga kita tidak perlu repot-repot mengistall satu-satu dan mengkonfigurasi secara manual baik PHP maupun MySql.

Langkah instalasi untuk Windows:

  1. Download XAMPP dari alamat resminya yaitu http://www.apachefriends.org
  2. Klik ganda file xampp-win32-x.x.exe.
  3. Akan muncul kotak dialog seperti di bawah ini

Kemudian pilih bahasa instalasi untuk melanjutkan

  1. Setelah mengklik OK maka akan muncul kotak dialog sebagai berikut

  1.  Klik Next untuk melanjutkan instalasi dan akan muncul seperti gambar di bawah ini

  1. Pilih lokasi instalasi dengan memilih browse, tetapi lanjut saja dengan mengklik Next untuk kelangkah selanjutnya.

  1. Kemudian Klik Install untuk memulai Instalasi XAMPP
  2. Tunggu sampai proses instalasi selesai.

MENJALANKAN XAMPP Untuk menjalankan XAMPP yaitu dengan langkah sebagai berikut:

  1. Klik start
  2. Pilih all program
  3. Pilih XAMPP
  4. Kemudian pilih XAMPP Control Panel
  5. Jika belum ada notice running, silakan klik start pada Apache (PHP) dan MySql sampai muncul notifikasi running, seperti terlihat pada gambar di bawah ini

  1. Untuk memastikan bahwa PHP berjalan dengan semestinya, buka web browser kemudian ketikkan alamat localhost:// maka akan muncul tampilan XAMPP seperti di bawah ini jika dilihat dari Linux

  1. Jika sudah muncul seperti tampilan di atas maka dapat dijamin bahwa PHP sudah berjalan.

Nah, setelah PHP sudah terinstal, kita coba dengan membuat program PHP yang pertama yuukk 🙂 MEMBUAT PROGRAM PHP YANG PERTAMA Untuk membuat program PHP, kamu dapat menggunakan editor tes seperti notepad, notepad++, sublim text, dll.Setelah itu kamu harus menyimpan file PHP yang kamu buat ke dalam dokumen root XAMPP yaitu c:/xampp/htdocs Berikut contoh script PHP

  1. Buka notepad++, kemudian ketikan script PHP berikut

  1. Berikutnya, simpan file dengan mengklik file>save as kemudian akan muncul kotak dialog Save As. Pada pertanyaan Save In: pastikan kamu menyimpanya di c:/xampp/htdocs lalu isikan pada pertanyaan file name : Pertama.php dan Save As TypeAll Files, kemudian klik Save.

MENJALANKAN PROGRAM PHP Setelah program PHP disimpan, langkah selanjutnya adalah menampikan hasil eksekusi terhadap script tersebut. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Buka web browser
  2. Pada bagian alamat ketikkan alamat localhost/pertama.php dan hasilnya seperti pada gambar di bawah ini (Sebelumnya pastikan bahwa XAMPP (Apache) telah diaktifkan)

Nah, sekarang kamu sudah bisa membuat program PHP, selanjutnya silakan dicoba-coba untuk script yang lainya.. Happy coding 😀